Ini Dia Investor Pabrik Besi di Batam Rp 300 Miliar

Penanam Modal Asing (PMA) asal China memberikan modalnya sejumlah Rp 300 miliar untuk membuat pabrik besi di Kota Batam, Kepulauan Riau. Pabrik industri penggilingan baja yang dibuat di tempat seluas 2,5 hektare itu akan menghisap seputar 300 orang tenaga kerja.

“Keseluruhan investasi kami Rp 300 miliar dalam dua step, step I sejumlah Rp 150 miliar serta step II Rp 50 miliar,” kata Direktur PT Prima Wahyu Metalindo, Kerri Wahyudi Gautama di Batam, Selasa (17/9).

Simak Juga : besi siku

Pabrik itu akan memproses besi sisa yang menimbun di Batam jadi beberapa jenis besi. Pada step I akan dibuat besi ulir, serta step selanjutnya beberapa jenis besi yang lain, seperti besi siku.

Kerri mengataka dengan memakai mesin bikinan China, pabriknya dapat menghasilkan 15.000 ton besi tiap bulan. “Untuk isi keperluan Batam seputar 7.000 ton tiap bulan, selebihnya untuk keperluan wilayah lain seperti Tanjung Pinang serta Karimun. Selanjutnya yang lain di-export,” kata Kerri.

Harga besi yang dibuatnya juga relatif tambah murah dibandingkan harga di pasar sekarang, sebab dibuat langsung di negeri, dengan memakai bahan baku yang berada di Batam. Menurutnya, pengerjaan besi di Batam benar-benar pas, sebab keperluan bahan baku bangunan itu besar sekali, serta belumlah ada pabrik sama di kota industri itu.

Sejauh ini, keperluan besi Batam dihadirkan dari Singapura atau wilayah lain di Indonesia, hingga harga juga mahal. Walau sebenarnya bahan baku besi tua di Batam banyak, dari sisa-sisa perusahaan galangan kapal serta industri berat yang lain di Batam.

Artikel Terkait : aluminium composite panel

Sejauh ini, katanya, pengumpul besi tua harus keluarkan biaya besar sewa gudang untuk menimbun besi tua serta mengirimnya ke luar Batam. Adanya pabrik itu di Batam, karena itu, pengumpul tak perlu sewa gudang, tetapi langsung menjualnya ke pabrik pada harga berkompetisi.

“Sedikit juga kami terima,” katanya.

Proses produksi besi bekaa jadi siap gunakan di pabrik itu relatif cepat. Cuma memerlukan waktu seputar 30 menit, dari mulai besi masuk di tungku sampai jadi.

Gagasannya, pabrik dengan tehnologi tinggi itu mulai akan berproduksi pada Januari 2020.

You May Also Like

About the Author: Admin