Semen China Datang, Begini Nasib Harga Semen Merek Lokal

Harga produk semen dari prinsipal China di pasar lokal memang semakin lebih murah dari produk semen brand lokal yang telah lama tersebar di pasar jenis Tiga Roda, Gresik serta yang lain.

Buat pedagang, semen China memang murah, tetapi tidak jadi opsi penting buat pedagang untuk menjualnya. Tetapi, positifnya, buat pedagang, sejak semen China tersebar harga semen brand lokal makin lama makin turun.

Budi, pemilik Toko Bangunan Trubus 2 di teritori Jalan Hankam, Jawarna menceritakan ke CNBC Indonesia, untuk pedagang semen pada tingkat retail, dia mengawasi gerakan harga semen di negeri.

Dia mengaitkan ada pengurangan harga semen yang relevan dari beberapa brand semen brand lokal. Dia menyimak ini berlangsung sesudah tersebarnya semen-semen murah dari produsen semen prinsipal China yang telah punyai produksi di negeri jenis CONCH, Garuda, sampai HIPPO, serta yang lain.

“Yang kita bingung dua tahun kemarin harga semen sampai Rp70 ribu per sak yang 50 kg, saat ini harga cuman Rp50 ribu. Mengapa sampai turun jauh, sebab fakta rugi, mengapa rugi tetapi produksi terus, mengapa rugi mereka ekspansi pabrik?” bertanya Budi ke CNBC Indonesia.

Simak Juga  : harga semen

Penesuluran CNBC Indonesia memang pada periode 2017, harga semen brand lokal dalam tenggang Rp68.000-70.000 per sak untuk ukuran 50 Kg.

“Kenapa disebut rugi, tetapi cocok semen China masuk harga dapat tambah murah,” tuturnya.

Jauh sebelum pengurangan harga itu, pemerintah memang pernah lakukan interferensi harga supaya harga semen bikinan BUMN dapat turun. Di awal 2015, Presiden Jokowi memberitahukan pengurangan harga semen produksi BUMN diantaranya PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, serta yang lain.

“Semen yang dibuat BUMN, kita turun Rp 3.000 per sak,” kata Jokowi, Januari 2015 kemarin.

“Harga-harga, Semen Indonesia Grup sebab ongkos produksi turun mereka turunkan harga ke warga,” kata Sofyan Djalil selesai Presiden Jokowi memberitahukan pengurangan harga BBM, elpiji 12 kg, serta semen di Istana Negara, Jumat (16/1/2015).

Industri semen memang unik serta taktiks, industri ini pernah dipandang berlimpah usaha kartel, tetapi selanjutnya di Agustus 2010, Komisi Pengawas Kompetisi Usaha (KPPU) mengatakan sangkaan kartel tidak dapat dibuktikan. Tetapi, perlu dicatat sejak itu, ada liberalisasi industri semen khususnya dari pemain asing termasuk juga China serta Thailand.

Artikel Terkait :parket

Di pasar, produk semen brand China ini harga benar-benar berkompetisi, serta marketing mereka cukup agresif sampai di lapak online. CNBC Indonesia, coba berseluncur di sejumlah toko online, hasilnya cukup mengagetkan.

Semen Hippo contohnya, untuk ukuran 50 Kg cuman dipasarkan Rp47 ribu, serta ukuran 40 kh cuman Rp37 beberapa ribu. Semen Garuda dibandrol pada harga Rp44.800 untuk ukuran 50 kg, sedang 40 kg cuman Rp35.900.

Serta semen Conch ukuran 40 Kg di toko Bukalapak ada yang dipasarkan cuman Rp34.300 per sak, serta ukuran 50 Kg dibanderol Rp42.900 per sak oleh pelapak di Jakarta, harga ini memanglah belum termasuk juga biaya turun barang tetapi relatif benar-benar murah.

Di pelapak yang serupa, harga semen lokal jenis Tiga Roda ukuran 40 Kg dipasarkan sampai Rp39.800 per sak, serta di penjual yang lain yang saling tempat Jakarta, jual sampai Rp48 ribu per sak walau sebenarnya pabriknya dekat sama Jakarta. Ukuran 50 kg, harga dipasarkan ada yang sampai Rp54.400 per sak.

Semen Gresik salah satunya pemain lokal, jual lumayan mahal, ukuran 40 kg dipasarkan Rp 40.400 per sak, serta ukuran 50 kg dibandrol Rp50.500 per sak.

You May Also Like

About the Author: Admin