Yuk Intip 2.000 Ton Baja Ringan Made in Cikarang

Tubuh Riset serta Peningkatan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melepas export baja ringan sekitar 2.000 ton dari Cikarang ke 3 negara arah. Export baja ringan di-export ke Thailand, Australia sampai Puerto Rico.
Kelapa Tubuh Riset serta Peningkatan Industri Doddy Rahardi menjelaskan, export baja ringan itu dilaksanakan oleh PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Grup). BPPI menghargai bagian industri masih dapat lakukan export walau ditengah-tengah epidemi Corona.

Simak Juga :baja ringan

“Jadi ini bukti riil. Di waktu epidemic kita masih dapat berkompetisi. Kita dapat export. Sesuai dengan topik peringatan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang bertopik ‘Indonesia Maju’. Berarti kita harus dapat merealisasikan mimpi jadi fakta. Terus berkreasi tanpa ada batas. Berikut faktanya. Di waktu semacam ini kita, dari Tatalogam Grup ini dapat export (baja ringan) ke beberapa negara seperti Australia, Thailand serta Puerto Rico,” jelas Doddy akhir minggu lantas waktu melepas export di teritori Industri Delta Silicon, Cikarang dalam penjelasannya, Minggu (16/8/2020).

Doddy menjelaskan, Tata Metal adalah bagian industri logam pertama yang jalani assessment INDI 4.0. Pendampingan mulai dilaksanakan BPPI semenjak tanggal 17-20 Juli 2020 lantas dengan cara daring. Tidak cuma lakukan pendampingan, BPPI juga mengevaluasi persiapan perusahaan dalam memperhitungkan penebaran virus Covid-19.

“Pendampingan INDI 4.0 ini dilaksanakan untuk tingkatkan produktivitas, performa mesin perlengkapan dan ikuti prosedur kesehatannya. Beberapa langkah yang telah dilaksanakan PT Tata Metal Lestari ini telah sangat baik. Kita masih lakukan pendampingan ini dengan sasaran tahun 2021 telah berubah jadi industry 4.0, berubah digital. Jadi dapat berkompetisi, dapat masuk pasar global serta membuahkan devisa Negara. Ini pejuang-pejuang industri berada di sini diantaranya,” katanya.

Disamping itu, Vice President PT Tata Metal Lestari, Stephanus Koeswandi menjelaskan, pasar export dapat jadi tolak ukur buat produk yang dibuat manufaktur yang sudah berubah ke masa 4.0 sebab standard yang dipastikan di beberapa negara tinggi sekali serta berlainan juga.

“Buah dari implikasi proyek Indi 4.0 ini ialah efektivitas yang berbuntut pada kualitas. Hingga produk PT Tata Metal dipercayai oleh pasar global. Dapat dibuktikan dengan sudah tembus pasar export di 8 negara. Export pertama diawali April waktu susah-susahnya epidemi. Mengapa kami export, sebab untuk penganekaragaman pasar. supaya mesin-mesin investasi baru kami ini masih running hingga tidak ada satupun karyawan Tatalogam Grup yang di PHK. Untuk kesempatan ini kita export 2.000 ton dengan arah 3 negara yakni Australia, Thailand, serta Puerto Rico. Komoditasnya baja lapis aluminium seng atau galvanum,” terangnya lagi.

Disamping itu Stephanus mengharap, cara export yang dilaksanakan PT Tata Metal Lestari dapat berperan pada akseptasi Negara ditengah-tengah epidemi Covid-19 yang dengan cara perlahan-lahan mengganggu roda perekonomian di semua baris.

“Ekspansi PT Tata Metal Lestari ke luar negeri dan pemakaian produk dalam negeri ini diinginkan bisa memperkuat tempat neraca dagang Indonesia, serta diinginkan akan memberi andil atau impak yang positif pada devisa negara, intinya ditengah-tengah berkurangnya situasi ekonomi dalam negeri karena epidemi Covid-19 ” tuturnya.

Artikel Terkait : https://renovasi.co.id

You May Also Like

About the Author: Admin